Analisa Fundamental

By Suratno Mulyo bin Warsono Mulyo

Dalam dunia trading, sejatinya kita mengetahui darimana price berasal, dimana price saat ini dan kemana price akan pergi.

Untuk menganalisanya, kita membutuhkan alat bantu indikator. Dalam metratrader, banyak indikator yang tersedia. Kita bisa memakai satu atau beberapa diantaranya. Misalnya supdem, bolingerband, moving average, dll. Analisa semacam ini bisa disebut analisa teknikal/ Technical analysis.

Edianto Ong(2017:1) mengatakan technical analysis adalah suatu metode pengevaluasian saham, komoditas, ataupun sekuritas lainnya dengan cara menganalisis statistik yang dihasilkan oleh aktivitas pasar di masa lampau guna memprediksi pergerakan harga di masa mendatang.

Frento T. Suharto (2017:24) mengatakan analisa teknikal adalah suatu pendekatan analisis pola pergerakan harga di masa lalu untuk memperkirakan pergerakan harga di masa mendatang.

Selanjutnya Edianto Ong mengatakan para analis yang melakukan riset dengan menggunakan data-data teknikal ini disebut technical analyst, atau juga sering disebut dengan tecnicalist, tecnician, atau chartist. Paratechnicalist menggunakan grafik (chart) yang merekam pergerakan harga dan jumlah transaksi (volume) untuk mengidentifikasi suatu pola pergerakan harga yang terjadi di pasar.

Sementara itu, Frento T. Suharto membagi indikator-indikator analisis teknikal ke dalam beberapa bagian, diantaranya:

1. Indikator Tren Following. Indikator-indikator umum yang masuk pada kategori ini adalah: Moving average, MACD, Parabolic SAR, dan lain sebagainya.

2. Indikator Momentum. Yang termasuk indikator ini adalah Stocastic, William %R, RSI dan lain-lain.

3. Indikator Volume. Secara umum yang termasuk indikator ini adalah OBV (On Balance Volume), OSCV (Volume Oscilator), dll.

4. Indikator Volatility. Contoh indikator yang berfungsi menentukan tingkat volatilitas harga adalah bollinger band, keltner band, dll.

Supriyadi (2017: 82) mengatakan untuk bisa menganalisa secara teknikal dibutuhkan waktu yang sangat lama mempelajari sebuah indikator, pola chart agar bisa meraih profit yang konsisten. Seorang trader membutuhkan 1 sampai 2 tahun untuk menguasainya.

Setiap trader memakai indikator yang berbeda dengan trader lainnya sesuai dengan kenyamanan indikator tersebut. Adakalanya satu indikator akan kontra dengan indikator lainnya. Keduanya benar apabila kita membaca indikator tersebut sesuai dengan teori. Time frame lah yang akan menentukan kebenaran indikator-indikator tersebut.

Adapun dalam menganalisa market dengan bantuan indikator, kita juga harus mempertimbangkan keadaan negara yang kita investasikan. Misal situasi politik, ekonomi, sosial, dll.

Analisis fundamental merupakan analisis yang mempelajari kondisi fundamental perusahaan termasuk mempelajari rasio keuangan perusahaan, dan umumnya digunakan untuk menentukan saham yang ingin dibeli atau dijual.

Analisis fundamental memberi pengaruh kepada trend perubahan harga (arah dari harga suatu mata uang secara keseluruhan) yang lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah (otoritas moneter) ataupun data-data yang dirilis oleh berbagai sumber maupun berita-berita tertentu yang belum pasti kebenarannya (market sentiment dan market rumors).

Kategori faktor fundamental

Faktor-faktor fundamental yang sifatnya luas dan kompleks tersebut dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori besar, yaitu:

1. Faktor politik sebagai salah satu alat indikator untuk memprediksi pergerakan nilai tukar, sangat sulit untuk diketahui timing/waktu terjadinya secara pasti dan untuk ditentukan dampaknya terhadap fluktuasi nilai tukar. Adakalanya suatu perkembangan politik berdampak pada pergerakan nilai tukar, tetapi adakalanya tidak membawa dampak apa pun terhadap pergerakan nilai tukar.

2. Faktor keuangan sangat penting dalam melakukan Analisis Fundamental. Adanya perubahan dalam kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut perubahan tingkat suku bunga, akan membawa dampak signifikan terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi. Perubahan kebijakan ini juga memengaruhi nilai mata uang. Tingkat suku bunga adalah penentu untama nilai tukar suatu mata uang selain indikator lainnya seperti jumlah uang yang beredar. Aturan umum mengenai kebijakan tingkat suku bunga tingkat suku bunga ini adalah semakin tinggi tingkat suku bunga semakin kuat nilai tukar mata uang. Namun, kadang kala terdapat salah pegertian bahwa kenaikan tingkat uku bunga secara otomatis akan memicu menguatnya nilai tukar maa uang domentik. Perhatian terhadap suku bunga ini terutama harus dipusatkan pada tingkat suku bunga riil, bukan pada tingkat suku bunga nominal. Ini karena perhitungan tingkat suku bunga riil telah menyertakan variabel tingkat inflasi di dalamnya.

3. Faktor Eksternal dapat membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap nilai tukar suatu negara. Perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara dapat membawa dampak (regional effect) bagi perekonomian negara-negara lain yang terdapat dalam kawasan yang sama. Dalam era global asset allocation, arus portofolio modal tidak lagi mengenal batas-batas wilayah negara. Para fund manager, investor, dan hedge funds yang melakukan investasi secara global, sangat mencermati perubahan ekonomi, bukan hanya dalam lingkup satu negara, melainkan juga meluas hingga ke dalam lingkup satu kawasan/regional tertentu.

4. Faktor ekonomi: indikator ekonomi adalah salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental itu sendiri. Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam analisis fundamental, yaitu:

• Produk nasional bruto (PNB) adalah total produksi barang dan jasa yang diproduksi oleh penduduk negara tersebut baik yang bertempat tinggal/ berdomisili di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri dalam suatu periode tertentu.

• Produksi domestik bruto (PDB) adalah penjumlahan seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu waktu/ periode tertentu.

• Tingkat inflasi: Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan tingkat PDB dan PNB ke dalam nilai yang sebenarnya. Nilai GDP dan GNP riil merupakan indikator yang sangat penting bagi seorang investor dalam membandingkan peluang dan risiko investasinya di mancanegara.

Indikator-indikator inflasi yang biasanya digunakan oleh para investor:

• Indeks harga produksi atau Producer Price Index (PPI) adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga yang di terima oleh produsen domestic untuk setiap output yang dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi. Data PPI dikumpulkan dari berbagai sektor ekonomi terutama dari sektor manufaktur, pertambangan, dan pertanian.

• Indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) adalah digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga eceran dari sekelompok barang dan jasa tertentu. Index CPI dan PPI digunakan oleh seorang Trader sebagai indikator untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi.

• Neraca pembayaran atau balance of payment adalah suatu neraca yang terdiri dari keseluruhan aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara, baik yang bersifat komersial maupun finansial, dengan negara lain pada suatu periode tertentu. Neraca pembayaran ini mencerminkan seluruh transaksi antara penduduk, pemerintah, dan pengusaha dalam negeri dan pihak luar negeri, seperti transaksi expor dan impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank Sentral, dan lain-lain. Dengan adanya neraca pembayaran ini kita mengetahui kapan suatu negara mengalami surplus maupun defisit. Secara garis besar Balance of Payment dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

• Neraca perdagangan yang merupakan selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Dalam perhitungannya, neraca perdagangan ini tidak mencakup transaksi-transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri yang merupakan aliran bersih dari total ekspor dan impor barang dan jasa sebagai penerimaan atau penghasilan. Dengan adanya transaksi ekspor maka akan diterima sejumlah uang yang nantinya akan menambah permintaan terhadap mata uang negara eksportir. Begitu pula sebaliknya pada impor barang dan jasa di mana sejumlah uang harus dikeluarkan guna membayar barang dan jasa yang kita impor, hal ini akan menambah penawaran akan mata uang negara importir.

• Aliran Modal yaitu investasi langsung dan investasi tidak langsung, di mana pada investasi langsung, investor dari luar negeri melakukan penanaman modal dalam aset riil misalnya saja membangun pabrik, gedung perkantoran dll.Investasi ini biasanya bersifat jangka panjang. Sedangkan investasi tidak langsung dapat kita temui di dalam investasi instrument keuangan. Misalnya seorang investor melakukan pembelian saham atau obligasi di bursa Indonesia. Maka investor tersebut harus menukarkan mata uangnya ke rupiah supaya dapat membeli saham ataupun obligasi di Indonesia.

• Tingkat pengangguran adalah suatu indikator yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi rill berbagai sektor ekonomi. Indikator ini dapet dijadikan alat untuk menganalisis sehat/tidaknya perekonomian suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam kondisi baik maka akan tercapai tingkat pengangguran yang rendah. Tetapi jika perekonomian dalam keadaan lesu maka tingkat pengangguran pun meningkat.

• Kurs valuta asing adalah nilai perbandingan atau bisa juga disebut nilai tukar antara suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Kurs ini biasanya digunakan sebagai indikator utama untuk melihat kekuatan ekonomi ataupun tingkat kestabilan perekonomian suatu Negara. Jika kurs mata uang negara tersebut tidak stabil maka dapat dikatakan bahwa perekonomian negara tersebut tidak baik atau sedang mengalami krisis ekonomi. Untuk itu perlu bagi suatu Negara untuk memiliki mata uang yang stabil agar perekonomian negara tersebut dapat berjalan dengan lancar dan membentuk suatu tren pertumbuhan.

• PSNCR – Public Sector Net Cash Requirement atau kebutuhan tunai sektor publik yaitu jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari meminjam.

Frento menuliskan beberapa data fundamental perekonomian

1. All Industrial Index

Index ini menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah disesuaikan (adjust) terlebih dahulu dari semua index perindustrian.

2. ABC Consumer Confidence

Adalah survey kpeepercayaan konsumen yang dirilis oleh lembaga riset swasta Redbook Research.

3. ADP Nonfarm Employment Change

Adalah sebuah index yang menggambarkanjumlah lapangan kerja baru yang tercipta pada bulan lalu tanpa memasukkan sektor pertanian di dalam nya.

4. Average Hourly Earnings

Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata-rata per pukul dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi.

5. Average Earning Index (AEI)

Adalah sebuah indikator yang mengukur rata-rata upah, termasuk yang bonus yang dibayarkan kepada para pekerja.

6. Bank of Canada (BOC) Monetary Policy Report

Adalah sebuah laporan terperinci mengenai strategi dan kebijakan ekonomi di dalamnya pembahasan implikasi bisnis dan tingkat inflasi.

7. BBA Mortgage Approvals

Adalah sebuah indikator yang menghitung aset pemerintah yang telah dibeli pihak asing sebagai investasi.

8. Business Inventories

Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual.

9. Business confidence

Index kepercayaan bisnis yang dirilis setiap bulan ini menunjukkan bagaimana para pengusaha dalam mengevaluasi kondisi ekonomi dan politik sekarang dan bagaimana mereka memperkiraan prospek perekonomian dalam jangka enam bulan ke depan.

10. Building permits

Adalah indikator yang mengukur pertumbuhan sektor konstruksi perumahan.

11. Building approvals

Indikator yang menghitung pertumbuhan jumlah rumah baru di seatu negara.

12. Capacity utilization rate

Sebuah indikator sumber daya alam yang tersedia dari sektor industri, pertambangan dan pertanian.

13. CBI Survey

Organisasi terbesar di Inggris yang fokus dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi ideal bagi kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua pengusaha.

14. Consumer Price Index

Data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu.

15. FOMC (Federal Open Market Committee

Adalah lembaga bagian dari Federal Reserve (Bank sentral AS) yang menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit.

16. Gross Domestic Product (GDP)

Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut.

17. Non-farm Payroll

Jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.

18. Producer Price Index (PPI)

Suatu indikator ekonomi yang menghitung tingkat inflasi dari barang-barang yang dibeli oleh prodesen atau perusahaan manufaktur (pengolah barang).

Sebelum masuk market, trader menganalisa fundamental yang terjadi. Apabila tidak terdapat news terhadap mata uang yang dimainkan, lakukan dengan analisa teknikal.

DAFTAR PUSTAKA

T. Suharto, Frento. 2017. Investasi Secara Benar Mengungkap Rahasia Forex. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Ong, Edianto. 2017. Technical Analysis For Mega Profit. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Supriyanto, dkk. 2017. Hardforex Success Ways Rahasia Sukses Trading. Jakarta: Mujahid Press

https://www.finansialku.com/analisis-fundamental-dan-rasio-keuangan/

https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_fundamental